"WELCOME TO YUDHOIZATION"

Saturday, July 30, 2011

Tablet dengan Display Berkualitas? Bukan iPad 2!


Tablet dengan Display Berkualitas? Bukan iPad 2!
http://yudhoization.blogspot.com
Dr. Raymond Soneira dari DisplayMate Technologies membagi smartphone, tablet, HDTV dan perangkat multimedia berdasarkan display yang dipakai. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan perangkat mana yang memiliki display kelas atas dan mana yang hanya sekedar display. Khusus untuk display pada tablet, Anda barangkali akan sangat terkejut dengan hasil penelitian yang dibuat Dr. Soneira ini.

Pada dasarnya tablet adalah sebuah display portable berukuran besar. Merupakan screen yang bisa dibawa dengan mudah kemana saja berikut dengan konten dan gambar yang ada di dalamnya. Komponen tunggal paling mahal yang ada di dalam sebuah tablet terletak pada display yang dipakai. Display menjadi penting sekaligus mahal karena pada display-lah kualitas visual dari tiap aplikasi akan tampak. Di era tablet yang penuh persaingan ini, memberikan display kualitas super menjadi jalan terbaik bagi para produsen untuk menciptakan tablet yang berkelas, mengungguli tablet lainnya. Hal itu terutama penting untuk produsen tablet Android mengingat persaingan terjadi bukan antar OS melainkan vendor lain yang juga menggunakan OS Android. Salah memilih display akan berakibat sangat fatal karena hal itu berpengaruh pada kualitas image yang ditampilkan pada layar sebuah tablet.

Dr. Seniora mengambil sampel 5 tablet dan dijajarkan satu sama lain: Apple iPad 2, Motorola Xoom, Asus Transformer, Acer Iconia dan Samsung Galaxy Tab 10.1. Saat itulah terlihat jelas kualitas dari masing-masing display yang dipakai setiap tablet. Selain iPad 2, kelima tablet yang tersisa merupakan tablet dengan OS Android dan memiliki ukuran display serupa 10.1 inci dengan resolusi 1280 x 800. Lalu bagaimana tablet yang menggunakan OS yang sama demikian pula resolusi screen memiliki kualitas display yang sangat berbeda?



Harga sebuah tablet bukanlah faktor utama yang menjamin baik buruknya kualitas display. Masalah utama yang kerap dilakukan produsen tablet adalah mereka terburu-buru merilis sebuah produk demi memenangkan kompetisi pasar namun malah terkesan ceroboh karena tidak memiliki cukup waktu untuk mempersiapkan setiap detail dari tablet yang akan diluncurkan itu. Tapi faktor utamanya tak bisa dipungkiri adalah meledaknya permintaan mobile display, baik untuk smartphone maupun tablet, sehingga produsen display baik yang telah ada maupun pabrik-pabrik baru tidak memiliki cukup waktu untuk memproduksi dan menguji coba denga benar display buatan mereka.

Di dalam Display Technology Shoot-Outs, kualitas display dinilai dengan cara seksama, diteliti denga mendalam, secara obyektif dan dibandingkan satu per satu antara sebuah tablet dengan tablet lainnya berdasar pada ukuran detail labolatorium dan tes performa berulang kali. Data dan penjabaran dalam artikel ini diambil dari artikel individu untuk masing-masing tablet yang ada dalam Display Technology Shoot-Outs series dimukai dengan Apple iPad 2, Motorola Xoom, Asus Transformer, Acer Iconia dan Samsung Galaxy Tab 10.1.

Bagaimana hasilnya?

- Masalah umum

1. semua tablet tersebut memiliki screen lebar yang mengkilap layaknya sebuah cermin yang hanya cocok bagi user yang gemar bersolek. Display dengan kilap seperti cermin sangat tidak baik karena memerlukan screen brightness yang lebih tinggi dan tentu saja daya baterai lebih untuk menyeimbangkan cahaya yang muncul di screen. Dan semua proses itu akan berdampak pada lelah mata. Semakin lebar screen sebuah tablet maka semakin sulit bagi Anda untuk memposisikan mata untuk menghindari pantulan sinar pada display.

2. Kelima tablet tersebut mengalami penurunan Color Gamut yang bertugas memproduksi image dengan sedikit warna saturasi. Dan berkurangnya Color Gamut itu merupakan suatu kesengajaan semata-mata untuk meningkatkan brighness, menghemat daya listrik dan mempertahankan umur baterai.

3. Semua tablet itu mengalami penurunan ketajaman baik pada Brightness maupun Contrast saat diberlakukan Viewing Angle. Masalah ini penting untuk dicermati karena memerlukan penempatan tablet dengan posisi yang tepat agar tampilan dalam display teerlihat oleh mata.

4. Semua tablet itu memiliki Ambient Light Sensor dan Automatic Brightness Control yang mengecewakan, yang memerlukan daya baterai tinggi dan menyebabkan ketegangan pada mata.

5. Semua tablet Android 3.1 dengan resolusi 1280x800 yagn ada saat ini hanya menggunakan resolusi 1280x752 pixel karena 48 pixel harus dicadangkan untuk sistem bar dengan navigation button.

6. Android 3.1 memiliki Galery viewer dan Galery phot di bawah standar yang memberikan 16-bit warna diproses sampai ke 24-bit menggunakan dithering yang buruk. Bukan hal yang susah untuk membenahinya dan itu hanya masalah waktu saja. Buktinya, Samsung telah membenahi hal tersebut seperti terlihat di Tab Galaxy.

KESIMPULAN: Tidak satupun tablet yang dites memiliki piksel yang buruk. Tapi sebagian besar produsen menyatakan bahwa piksel yang buruk adalah hal normal dan bukan merupakan bentuk cacat - tentu saja hal itu tidak benar. Asus adalah produsen satu-satunya yang menyertakan dokumen berisi keterangan tentang cacat piksel, tetapi di situ dijelaskan harus ada setidaknya 2 piksel yang buruk, atau maksimal 8 piksel buruk untuk pengajuan klaim penggantian. Dan tentu saja sebagian besar konsumen akan keberatan dengan kebijakan Asus itu.

- Mitos Screen

Kebanyakan dari kita tampaknya percaya bahwa layar 10,1 inci yang ada pada tablet Android (diukur secara diagonal) lebih lebar dibanding layar iPad 9.7 inci. Padahal, jika saja Anda tahu, display itu justru lebih kecil 5% dibanding layar iPad. Penghitungan itu didasarkan pada luas area tempat image ditampilkan.  Hal ini disebabkan baik Aspect Ratio geometri (saat area layar berkurang maka Aspect Ratio meningkat) maupun sistem bar Android, yang justru mengurangi area untuk image.

Bentuk dari screen juga sangat berbeda: iPad memiliki Aspect Ratio 4:3 = 1.33, yang merupakan rasio perbandingan lebar dan tinggi dan semua tablet Android memiliki Aspect Ratio 16:10 = 1.60.

Namun karena adanya system bar di tablet Android maka Aspect Ratio dari image menjadi lebih besar; 1.70, yang berarti mendekati Aspect Ratio pada HDTV yakni 16:9 = 1.78. 

Dengan demikian layar pada tablet Android lebih baik dalam menampilkan video widescreen dalam mode landscape. Namun screen tablet Android tersebut umumnya dianggap terlalu sempit untuk mode Portrait. Di sisi lain, iPad tidak memiliki widescreen, tapi merupakan Aspect Ratio yang mendekati ukuran standar kertas 8,5 x 11 inci, sehingga secara alami sangat baik untuk membaca banyak konten dalam mode Portrait. Dalam banyak kasus iPad juga baik untuk membaca konten dalam mode Landscape karena tinggi gambar iPad adalah 5,8 inci sementara Tablet Android memiliki tinggi untuk menampilkan image hanya 5.0 inci. Dengan kata lain Anda dapat melihat lebih banyak konten pada iPad sehingga lebih sedikit scrolling. Di sisi lain, untuk menonton video 16:9 layar lebar, tinggi area gambar pada iPad hanya 4,4 inci, itu berarti lebih kecil dari tinggi area gambar di tablet Android yakni 4,8 inci. Jadi jika ingin mendapatkan screen terbaik, itu tergantung dari kebutuhan Anda; dipakai untuk keperluan apa tablet tersebut.

No comments:

Post a Comment