"WELCOME TO YUDHOIZATION"

Thursday, July 28, 2011

Kehadiran Irfan Bachdim di lapangan timnas Senayan dalam pelatnas kualifikasi Piala Dunia 2014 kontra Turkmenistan, minggu ini, mengundang perhatian


Irfan tak masuk dalam daftar 25 pemain yang dipanggil pelatih timnas lalu. Alfred Riedl tak mau memakai pemain yang status klubnya masih belum jelas di level internasional.
Pada 20 Juni lalu BTN telah memasukkan 25 nama pemain timnas senior. Komposisi itu tak bisa diubah, khususnya pada match pertama.
Hal ini juga dilontarkan anggota Komite Eksekutif (Komek) PSSI, Bob Hippy. "Kami sudah berupaya menyurati AFC untuk mengganti pemain yang sudah didaftarkan itu, tapi kami memperoleh balasan bahwa hal itu tak dimungkinkan," tutur Bob, koordinator timnas.
Anehnya, manajemen timnas yakin Irfan akan ikut dalam lawatan pertama ke Turkmenistan jika pelatih menginginkannya. "Status Irfan sudah didaftarkan ke AFC. Soal dia berangkat ke Turkmenistan atau tidak, itu keputusan tim pelatih. Yang jelas dia tak terkendala apa pun," papar Ferry Kodrat, manajer timnas, yang sepertinya tak paham soal aturan pemain di level ini.
Penjelasan berbeda diungkapkan Iman Arif. "Status Irfan memang rancu. Tapi yang jelas di leg pertama ia tak bisa ikut bermain karena namanya tak didaftarkan. Di laga kedua dia baru boleh turun," kata mantan deputi bidang teknis BTN ini.
Timnas akhirnya tak membawa Irfan, tapi mereka beralasan bukan karena aturan AFC, melainkan cedera.
"Irfan menderita cedera otot selangkangan. Ini cedera kambuhan. Sebenarnya tak terlalu parah karena hanya membutuhkan istirahat beberapa hari saja. Hanya, jika dipaksakan ikut, mungkin justru memperparah cederanya. Jadi lebih baik di leg pertama ini dia absen dulu," jelas Mathias Ibo, fisioterapis timnas.
Irfan terakhir kali memperkuat timnas adalah pada Piala AFF 2010. Sesudah itu ia memilih bergabung ke Persema di LPI yang tak diakui oleh PSSI dan FIFA. Sejak saat itu Irfan tak dipanggil ke timnas.

No comments:

Post a Comment